10:24 PM | Author: Abdul Rahmad S.Pd
Perjuangan seekor burung demi mendapatkan cintanya…..

Pada suatu hari hiduplah seekor burung yang sedang jatuh cinta kepada sekuntum mawar putih. Tetapi sangat disayangkan bahwa si kuntum mawar putih tidak mencintai si burung. Namun si burung tidak mudah menyerah, dia selalu mendatangi si kuntum mawar putih ketika ada kesempatan dan waktu yang cukup pas untuk mengambil hati si kuntum mawar putih.
Namun lagi-lagi si kuntum merah tidak mau membukakan hatinya untuk si burung itu. Si kuntum merah berkata: “Aku tidak akan pernah bisa mencintaimu wahai burung. Pergilah dari kehidupanku.” Kayaknya tidak ada harapan untuk si burung agar si kuntum mawar putih membukakan hatinya untuk si burung.
Melihat semangat yang tidak pernah henti dari si burung karena setiap hari dan hampir setiap waktu datang menemui si kuntum merah, akhirnya si kuntum mawar merah mengajukan sebuah syarat kepada si burung supaya si burung bisa menjadi kekasihnya:
“ Wahai Burung, aku mempunyai sebuah syarat untuk dirimu dan jikalau engkau dapat memenuhinya, aku bersedia menjadi kekasihmu.
Kemudian berkatalah si burung: “Apakah itu wahai bunga mawar pujaan hatiku?”. “ Kalau engkau bisa merubah warna tubuhku menjadi merah, maka aku akan bersedia menjadi kekasihmu!”.
Dengan penuh tanda tanya dan kebingungan akhirnya si burung nekat untuk memotong sayapnya dengan maksud menggunakannya darahnya untuk membuat tubuh si bunga mawar menjadi merah. Ketika saat itu juga siburung mengorbankan nyawa dirinya demi untuk membuktikan bahwa dia begitu mencintai si bunga mawar dan akhirnya sibunga mawar sadar bahwa inilah cinta sejati yang coba diberikan oleh siburung untuk dirinya. Namun nasi sudah menjadi bubur, akhirnya sibunga mawar tidak pernah lagi melihat siburung karena si burung telah tiada…
Ada sebuah pesan yang terkandung dari cerita ini adalah bahwa “Hargailah siapa saja yang mencintaimu sebelum dia pergi untuk meninggalkanmu…”.
By : Abdar
Dear :To someone who never believe the love by truth of word.
|
This entry was posted on 10:24 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: